Penomoran Ijasah Nasional (PIN)

Mengenal Penomoran Ijasah Nasional (PIN)

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

STIESERASAN.AC.ID – Kemenristekdikti mengeluarkan Surat Edaran Nomor 700/B/SE/2017 terkait tentang Penggunaan Penomoran Ijasah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijasah Secara Elektronik (SIVIL), dimana PIN akan diberikan ketika mahasiswa menyelesaikan proses perkuliahan di sebuah Perguruan Tinggi.

PIN merupakan proses penomoran ijazah dengan menggunakan sistem untuk menghasilkan nomor ijazah yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti dan berlaku secara nasional. PIN juga langsung terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), untuk mekanismenya, begitu mahasiswa selesai kuliah langsung dikasih PIN. Jadi begitu PIN dibuka, secara otomatis nomor ijazah masuk pada PDPT.

Nomor yang diterbitkan tersebut disebut dengan Nomor Ijazah Nasional yang terdiri dari 15 digit angka berupa 5 digit kode program studi, 4 digit tahun lulus, dan 5 digit nomor urut serta 1 digit untuk Check Digit, ijazah yang dikeluarkan oleh aplikasi PIN.

Berikut adalah Landasan Hukumnya:

  1. UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  2. Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  3. Permenristekdikti N0. 61 tahun 2016 tentang Pangkalan Data Penididikan Tinggi.
  4. Permenristekdikti No. 32 Tentang Akreditasi Program Studi.

Apa Tujuan Diadakan PIN?

  1. Mengurangi praktik pemalsuan ijazah
  2. Memastikan ijazah diterbitkan oleh PT yang memiliki izin penyelenggaraan PT dan terakreditasi
  3. Memastikan perolehan ijazah telah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI)
  4. Memastikan data mahasiswa dan proses pembelajaran dilaporkan pada pangkalan data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Prinsip-prinsip Penomoran Ijazah Nasional (PIN)

  1. Penomoran Ijazah Nasional (PIN) adalah sebuah proses penomoran ijazah, yang menggunakan aplikasi bernama PIN;
  2. Proses penomoran ijazah terdiri dari 2 (dua) tahapan utama, yakni: a. Reservasi atau Booking nomor ijazah untuk calon lulusan; dan b. Pemasangan Nomor Ijazah dengan NIM calon lulusan
  3. Nomor Ijazah Nasional (NINA) terdiri dari 15 angka meliputi: Kode Prodi (5 Digit) + Tahun Lulus (4 Digit) + No Urut (5 Digit) + Check Digit (1 Digit);
  4. Data menggunakan data yang dilaporkan perguruan tinggi ke PDDIKTI; dan
  5. NINA akan dinyatakan berlaku apabila dapat diverifikasi melalui sistemverifikasi ijazah elektronik (SIVIL).

Mekanisme Pengajuan PIN

  1. Pengajuan dilakukan oleh Operator PDDikti
  2. Memilih mahasiswa yang eligible
  3. Calon lulusan mendapat Penomoran Ijazah Nasional (PIN)
  4. Pergurun tinggi mengkonfirmasi ajuan
  5. Perguruan tinggi mengupdate status di PDDikti
  6. Validasi PDDikti
  7. PIN dikirim di PDDikti
  8. Nomor Ijazah Nasional dapat diverifikasi oleh sistem SIVIL

Adakah Syarat mahasiswa untuk mendapatkan PIN?
Data mahasiswa harus Eligble artinya:

  1. SKS Minimum terpenuhi, dimana minimal SKS untuk calon lulusan D1=24 SKS, D2=56 SKS, D3=96 SKS, D4 dan S1 = 120 SKS, S2=18 SKS dan S3=24 SKS
  2. Minimal IPK Calon lulusan D1, D2, D3, D4 dan S1 adalah 2.00, dan S2, S3 dan Profesi adalah 3.0
  3. Maksimal Jumlah SKS per-semester adalah 24 SKS
  4. Program Studi harus terakreditasi atau sedang dalam proses reakreditasi.
  5. Nomor Induk Kependudukan terdaftar dan Valid di PD-DIKTI

Jika Anda adalah mahasiswa Akhir (saat ini sedang menyusun Skripsi/Tugas Akhir) segera pastikan data Anda masuk dalam kategori ELIGIBLE, sehingga bisa mendapatkan PIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STIE SERASAN melaksanakan kunjungan industri KKL II 2020
stie serasan muara enim kkl ii 2020 pik pulogadung

Most Popular

Langganan Berita

Dapatkan info terbaru ke Email Anda